KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI
Kebijakan Pengembangan Koleksi
(perpustakaan
perguruan tinggi)
Pengembangan koleksi meliputi kegiatan memilih dan
mengadakan bahan perpustakaan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh
pustakawan bersama dengan sivitas akademika perguruan tinggi.
Kebijakan pengembangan koleksi:
Koleksi yang baik hanya berasal dari pemilihan
bahan perpustakaan yang baik pula. Untuk itu diperlukan kebijakan yang memandu
pengembangan koleksi. Dengan kebijakan pengembangan koleksi, yang secara resmi
disahkan oleh pimpinan lembaga ybs, perpustakaan memiliki pegangan untuk
mengembangkan koleksinya. Selain itu, perpustakaan juga akan memiliki kekuatan
resmi untu menjalin hubungan dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun diluar
lembaganya. Pengembangan koleksi haruslah selalu didasari asas tertentu, yang
harus dipegang teguh. Untuk perpustakaan perguruan tinggi misalnya,
perpustakaan harus menjaga agar koleksinya berimbang sehingga mampu memenuhi
kebutuhan dosen, mahasiswa dan peneliti. Demikian pula kebutuhan kurikulum perlu
diperhatikan. Sebab itu asas pengembangan koleksi perlu diperhatikan dalam
memilih bahan perpustakaan, antara lain kerelevanan, berorientasi kepada
kebutuhan pengguna, kelengkapan, kemutakhiran dan kerjasama.
Kebijakan pengembangan koleksi didasari asas
berikut;
Kerelevanan:
Koleksi hendaknya relevan dengan program
pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat perguruan
tinggi. Karena itu perpustakaan perlu memperhatikan jenis dan jenjang program
yang ada. Jenis program berhubungan dengan jumlah dan besar fakultas, jurusan,
program studi, lembaga dst. Jenjang program meliputi program diploma, sarjana
(S1), pasca sarjana (S2 dan S3), spesialisasi dst. Arah pengembangan
pembelajaran jarak jauh (distance learning) atau pembelajaran maya (e-learning)
juga sangat berpengaruh pada pilihan jenis media dari bahan perpustakaan yang
perlu dikembangkan.
Berorientasi kepada kebutuhan pengguna:
Pengembangan koleksi harus ditujukan kepada
pemenuhan kebutuhan pengguna. Pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah
pengajar, tenaga peneliti, tenaga administrasi, mahasiswa, alumni yang
kebutuhannya akan informasi
berbeda-beda.
Kelengkapan;
Koleksi hendaknya jangan hanya terdiri atas
buku ajar yang langsung dipakai dalam perkuliahan, tetapi juga meliputi bidang
ilmu yang berkaitan erat dengan program yang ada.
Kemutakhiran;
Koleksi hendaknya mencerminkan kemutakhiran.
Ini berarti bahwa perpustakaan harus mengadakan dan memperbaharui bahan
perpustakaan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Kerja sama:
Koleksi hendaknya merupakan hasil kerja sama
semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan koleksi, yaitu antara
pustakawan, tenaga pengajar dan mahasiswa. Dengan kerja sama, diharapkan
pengembangan kolkesi dapat berdaya guna dan berhasil guna.
Contoh I.
Kerangka Kebijakan Pengembangan Koleksi
Pendahuluan:
Menjelaskan jenis perpustakaan. Jelaskan fungsi
koleksi perpustakaan.
Koleksi
perpustakaan dapat dihimpun melalui …… Proses penghimpunan itu harus berdasar
pada suatu standar sehingga apa yang dihimpun itu menjadi terarah. Untuk itu
koleksi yang dihimpun haruslah sesuai dengan keperluan pemakai perpustakaan di
lembaga tsb.
Proses
penghimpunan koleksi ini terdiri dari beberapa tahap. Yang pertama haruslah
dituangkan dalam kebijakan pengembangan koleksi, yang merupakan perencanaan dan
kebijakan dasar mengenai koleksi. Yang kedua, perlu dikembangkan prosedur
seleksi agar koleksi yang dihimpun itu benar-benar bahan pustaka yang tepat
bagi perpustakaan. Yang ketiga, perlu dikembangkan prosedur pengadaan yang
membimbing bagaimana memperoleh bahan pustaka dan memprosesnya bila bahan
pustaka itu telah datang.
Tujuan
1.Menjadi pedoman dalam mengembangkan koleksi
perpustakaan
2. Menyediakan koleksi yang mutakhir dan
bermutu
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam
kebijakan pengembangan koleksi:
A. Ruang lingkup bidang ilmu
Bahan
pustaka yang menjadi koleksi perpustakaan univ X terbagi menjadi dua kelompok:
1.
Koleksi intinya apa ?
Yang termasuk ke dalam koleksi inti
adalah bahan pustaka yang subyeknya sesuai dengan kurikulum yang berlaku di
Univ X (mata ajaran yang terdapat dalam kurikulum univ dapat dilihat pada
lampitan)
2.
Koleksi penunjang
Yang termasuk ke dalam koleksi
penunjang adalah bahan pustaka yang subyeknya dapat memberikan bimbingan
kerohanian, pembentukan watak manusia yang baik, pengetahuan akan kebudayaan
manusia dll. Koleksi penunjang ini bukanlah prioritas utama dalam pengembangan
koleksi Perpus Univ X. Jenis kolkesi ini akan dihimpun hanya melalui perolehan
hadiah dan pertukaran.
B. Bentuk bahan pustaka
Misal : Perpustakaan dalam waktu dekat
ini menekankan pada bentuk tercetak, baik buku, majalah ilmiah, laporan
penelitian dan skripsi. Bahan pustaka dalam bentuk audio visual belum menjadi
prioritas, kecuali bila memperoleh hadiah.
C. Kemutakhiran
Koleksi yang diusulkan edapat mungkin
memuat informasi terbaru dari bidang yang bersangkutan sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan.
D. Bahasa
E. Keseimbangan dalam subyek
F. Kebijakan penghimpunan publikasi civitas
akademica
G. Kebijakan dasar penyeleksian bahan pustaka
yang akan dibeli
Misal: bahan pustaka yang akan dibeli
mempunyai nilai ilmiah yang tahan lama. Bahan pustaka bukan buku dibeli apabila
bahan pustaka tercetaknya tidak diterbitkan lagi atau harganya sangat mahal.
Duplikat buku hanya akan dibeli bila memang sangat diperlukan dan penggunaanya
secara terus-menerus.
H. Kebijakan dasar penyeleksian majalah
ilmiah/terbitan berseri yang akan dilanggan.
Misal: Majalah
yang dilanggan harus majalah inti dalam subyek yang tercakup dalam bidang ilmu
lembaga induk. Majalah yang dilanggan harus berisi keilmuawan yang
professional. Majalah yang dilanggan hanya 1 kopi.
I. Kebijakan dasar penyeleksian bahan pustaka
yang diterima sebagai hadiah
J. Kebijakan tukar menukar publikasi
K. Kebijakan pengadaan surat kabar
L. Kebijakan koleksi khusus
M. Kebijakan penyiangan koleksi.
Koleksi yang dihimpun telah mengalami
penyeleksian dari segi subjek. Namun untuk penyiangan koleksi lebih didasarkan
pada umur publikasi dan frekwensi pemakaian.
II. Seleksi bahan pustaka
Dalam proses seleksi yang penting adalah
evaluasi dan seleksi, yang dimaksud dengan evaluasi adalah penilaian terhadap
manfaat dari sebuah bahan pustaka bagi pemakai perpustakaan. Sedangkan seleksi
adalah menentukan apakah sebuah bahan pustaka memenuhi kebutuhan pemakai.
Sebuah bahan pustaka bisa saja bernilai tinggi, tetapi tidak terlalu tepat
untuk koleksi perpustakaan tertentu. Sangatlah bijaksana untuk mempertimbangkan
factor-faktor seleksi dan evaluasi, serta mencoba menjaga keseimbangan diantara
keduanya.
Tujuan: 1. Menjaga mutu koleksi perpustakaan
2. Menyediakan bahan pustaka yg sesuai dengan kebutuhan pemakai
Alat bantu seleksi adalah:
1.Bibliografi
nasional atau internasional
2.Bibliografi
subyek khusus
3.Iklan
dalam majalah, surat kabar, majalah khusus
4.Katalog
penerbit dalam dan luar negeri.
5.Tinjauan
/ resensi /timbangan buku.
6.Pangkalan
data perpustakaan lain
7.Sumber-sumber
lain dari internet
Kriteria Pemilihan
Terdapat
beberapa asasyang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan perpustakaan
sebagai berikut:
1.Wibawa
penulis buku dan pentingnya buku tersebut untuk bidang studi tertentu.
2.Isi
bahan pustaka cukup bermakna bagi pengembangan bidang studi
3.Bahasan
bahan perpustakaan memuat pandangan yang seimbang, khususnya buku yang memuat
masalah yang kontroversial.
4.Kualitas
isi bahan pustaka
5.Kepantasan
harga
6.Bahasa
7.Terbitan
terbaru memperoleh prioritas di atas terbitan lama. Bahan perpustakaan lama
bisa diadakan sejauh tersedia dananya, dan bisa mengisi kekurangan koleksi
bidang studi tertentu.
8.Setiap
bahan perpustakaan rujukan, misalnya ensiklopedi, cukup diadakan satu perangkat
kecuali jika ada alasan tertentu yang bisa diterima.
A.
Prosedur seleksi buku
- Prosedur seleksi majalah
III. Prosedur
pengadaan
Setelah proses seleksi, langkah
selanjutnya adalah pembelian. Pembelian bisa melalui:
1.Penerbit
Ada
penerbit yang mau melayani pembelian ada yang tidak. Untuk buku impor ada
penerbit yang tidak mau kirim ke Indonesia, sehingga kita harus punya rekanan
ekspedisi di negara tertentu, untuk menampung sementara, terus dikirim ke
Indonesia. Kita perlu bayar biaya ekspedisi. Untuk kontak penerbit, saat ini
sudah banyak lewat internet.
2.Toko Buku
3.Distributor:
Misal :
a.Fenross book untuk buku impor
terbitan Prentice-Hall, John Wiley, Thompson, Cambridge, Elsevier, Longman, Mc
Graw-Hill dalam bidang non teknik.
b.Spektra Anugerahabadi untuk
buku impor bidang teknik.
c.Trimedia untuk buku impor
interior, DKV.
d.Uranus untuk buku bidang umum,
buku local dan terjemahan.
e.Gramedia untuk buku-buku umum lokal,
luar, terjemahan.
Untuk buku impor, kalau distributor tidak punya
stok, perlu pesan lebih dulu, butuh waktu 2-3 bulan, demikian juga buku impor
yang kita beli langsung dari penerbit luar, bahkan bisa lebih lama.
Ada
juga distributor yang sudah menjadi rekan bisnis perpustakaan mau menawarkan
buku-bukunya dengan cara dikirim ke perpustakaan, untuk dipilih mana yang akan
dibeli. Dengan melihat buku secara langsung, akan mempermudah proses seleksi.
Setelah
usulan masuk, sudah diverifikasi, sudah ada keputusan untuk membeli, pilih
suatu buku akan dibeli di mana. Dengan mempertimbangkan
waktu dan harga. Langkah selanjutnya adalah memesan buku-buku tsb. Untuk
memesan buku, dapat dilakukan dengan cara membuat surat pesanan, pesan via
e-mail, telpon langsung. Perpustakan minta dikirim invoice atas buku-buku
pesanan perpus. Invoice ini untuk proses pencairan anggaran pembelian buku.
Untuk pembelian dari luar negeri, perpustakaan bisa komplain jika buku ada
cacat, tapi jangka waktu komplain biasanya 2-3 minggu, padahal buku luar baru
diterima rata-rata 2-3 bulan.
Untuk
pembelian buku atau AV (VC, CD, DVD, ACD) dari luar negeri, perhatikan juga
area distribusi buku atau AV tersebut. Untuk buku pilihlah yang international
edition, harga bisa lebih murah. Pembelian VC, CD. DVD, ACD perhatikan apakah
ada pembatasan area penjualan, pastikan alat player perpustakaan bisa
mengoperasikannya.
4. Amazon.com
Untuk buku/AV
impor, tersedia juga buku second yang masih bagus, harga lebih murah, ada paket
diskon. Pilihan bukunya sangat banyak, sudah dikelompokkan sesuai bidangnya
(kelompok besar tentunya). Transaksi via kartu kredit internet. Kalau institusi
kita sudah mereka kenal, Amazon baru mau mengirim. Kalau belum, ya mereka tidak
menghiraukan pesanan kita. Di sini tinggal klik, segera buku tersebut akan
dikirim. Kartu kredit harus terus diisi, ada dana ekstra terlebih
dahulu. Tagihan kartu kredit yang kita terima akan digunakan untuk proses
pencairan anggaran.
- Prosedur pemesanan buku
- Prosedur penerimaan buku yang dipesan
- Prosedur penerimaan buku hadiah/pertukaran
- Prosedur pemesanan majalah
- Prosedur penerimaan majalah yang dipesan
- Penerimaan majalah hadiah/pertukaran
Komentar
Posting Komentar